Antara Penulis, Pembaca, Penerbit dan Literasi

surat-terbukaPandi.web.id – Judul dari post ini mungkin terlalu rakus. Memang tidak mungkin membahasa semuanya dalam satu postingan tentang empat hal tersebut. Rabu lalu (22/06) Pandi ikut nimbrung di acara buka bersama LPM Institut. Sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang fokus pada dunia jurnalistik. Mulai dari keredaksian, penelitian, hingga penerbitan.

Sampai pada acara ramah tamah antara alumni dan anggota aktif, ada satu topik pembicaraan yang menarik hati. Awalnya tentu ramah tamah dibuka dengan wejangan, setelah itu masukan dan ngobrol santai. Isinya, gimana cara menulis yang baik, titik fokus media, dan pengembangan produk. Sampai disini mulai hal menarik terjadi. Disela turunnya minat membaca buku. Selain karena akses informasi mudah didapat, membaca mulai ditinggalkan menjadi sebuah trend bahkan dikalangan mahasiswa. Hal ini tentu kabar buruk untuk sebuah UKM dengan komoditas utama tulisan dan terbitan.

Sejak tahun 2009, LPM mencoba mengikuti perkembangan zaman dengan hadir dalam bentuk website. Mencoba bersaing dengan media-media besar untuk isu-isu lokal. Namun sepertinya satu hal terlupakan, bahwa sebenarnya konsumen juga dibentuk. Hal ini bisa ditelisik kembali jika kita lihat pada tahun 1929, Elmo Calkins, yang mengatakan bahwa sebuah manufaktur selain membuat produk juga harus memproduksi konsumen. Hal ini bisa dilakukan melalui trend, gaya hidup, dll. Sehingga tidak ada istilah produksi berlebih. Akan tetapi, dibalik menjadi pola konsumerisme yang rendah.

Penulis Profesional tentu menggantungkan hidup dari hasil penjualan karyanya. Pembaca mendapat manfaat dari membeli karya, dan Penerbit mendapatkan untung dari alur distribusi dan bagi hasil penjualan karya. Dan Literasi adalah trend yang harus dikembangkan oleh Penulis, Pembaca, dan Penerbit. Hal ini tentu mutlak, agar profesi penulis tetap menjadi sesuatu yang menjanjikan untuk saat ini ataupun di masa depan nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *